Senin, 30 Agustus 2010

semua terlihat samar...
aku tak bisa membedakan yang tulus dan yang berpura-pura,,,
semua terlihat biasa-biasa saja....
terlihat baik dan menyenangkan....

itu yang terlihat...
namun yang aku rasakan...
ada sesuatu yang berbeda...

Sulit untuk mengetahui tanpa harus bertanya,,,
menerka-nerka aku takut keliru,,,

haruskah aku menunggu jawaban dari sang waktu.???

seimbang..


aku ingin semuanya seimbang....
dapat berjalan seiring sejalan...
namun waktu terasa sulit untuk terbagi....
dan tubuhku tak dapat terbagi-bagi.....

awalnya kukira semua ini mudah...
namun semuanya selalu berbenturan....
aku tak dapat meninggalkan salah satunya,,,
semuanya berarti bagi ku....

aku ingin semuanya dapat sejalan beriringan...

sadarkah.??



seolah tak ada satupun orang yang dapat membaca raut wajahku..
matanya seperti tertutup asap tebal...
gumpalan darah yang di sebut hatipun seakan membeku...
ingatanya seolah amnesia....

acuh... tak perduli...
seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain....
sorot matanya pun selalu tertuju pada mata sayu ku..
seperti panah yang hendak menancap di mataku....

aku lelah dengan semua sandiwara ini....
selalu tersenyum namun dalam hati menangis...
sakit ketika harus berpura-pura aku tak tersakiti....
sadarkah kau....
ingatkah kau,,???
aku ini kawan bukan lawan....

dalam diamku, bukan berarti aku mengaku kalah...
ku tunggu hingga kau lelah... dan tunggu balasan yang setimpal...
namun bukan dari ku...
Tuhan yang akan membalaskannya untukku....

_Menangis_

kucuran keringat tak hentinya membasahi tubuhku yang lemas...
padahal tak banyak yang ku lakukan kali ini...
aku hanya duduk dan tak berbuat apa-apa..
namun habis sudah seluruh energi ku menguap ...
terserap dinding-dinding yang mulai retak...

ku kira aku tengah tersesat di gurun pasir...
ataukah aku sedang berada dalam sebuah oven....
PANAS..PANAS..dan PANAS...

rasanya tempat ku berpijak tak lagi seramah dulu...
miris dengan apa yang terjadi...
sedih karena tak ada yang dapat ku perbuat..

namun setelah seharian terik matahari membakar kulit...
akhirnya langit menumpahkan kemarahan dan tangisannya ke bumi....

bumi yang merindukan tangisan langit... ???
ataukah langit yang menangis melihat keadaan bumi.....???

LAKI-LAKI HUJAN

LAKI-LAKI HUJAN
Hari ini suasana kelas terasa begitu membosankan tak sedikitpun kenyamanan tercipta di ruangan ini… hanya wajah-wajah yang mulai lusuh yang Nampak di ruangan yang tak begitu luas ini…
Rasa lelah dan kantuk mulai menghiasi wajah-wajah mereka… ntahlah meskipun mereka hanya duduk dan terdiam dikursi yang meskipun posisinya sudah tak beraturan lagi….
Tapi… begitu banyak tingkah polah yang muncul di dalam ruangan ini….
Ada yang hanya diam dengan tatapan kosongnya… ada juga yang sibuk memainkan Hp-nya dan jari-jari mereka tak henti-henti menari dengan menghasilkan berbagai kata yang berubah menjadi untaian-untaian kalimat yang mulai muncul di layar Hp…. Dan bahkan ada yang tertidur pulas… padahal dia duduk di barisan paling depan…
Ntah apa yang ada di dalam benak dan fiqiran mereka… yang seolah tak memperdulikan seorang dosen yang sedari tadi menjelaskan tentang materi “ngaler-ngidul” ….
Dan aku termasuk kedalam golongan yang tak memperdulikan keberadaan sang dosen… ntahlah aku tak pernah bisa fokus dalam mata kuliah ini…
Aku merasa raga ku ada di ruangan ini… tapi jiwaku ntah berkelana kemana… yang seiring dengan mataku yang melihat keluar jendela….
Ada suatu ketenangan yang aku dapatkan diluar sana…
Ada barisan gedung perkuliahan yang menjelang senja mulai nampak kosong… tak seperti biasanya… di gedung itu saat ini tak ada lagi tawa dan kerumunan orang,,, semua terlihat sepi dan kosong….
Di luar sana rintik-rintik hujan membuat mata ku tak hentinya melihat tetesan air yang perlahan mulai jatuh… rintik hujan yang begitu teratur turun seolah ada yang memberi komando agar mereka terlihat begitu indah menari di terpa angin….
Aku merasa detik-demi detikpun terasa begitu lama dan membosankan…
Tapi hujan diluar sana cukup menghibur ku yang tengah terkena virus suntuk…
Tiba-tiba mataku tertuju pada bayangan di balik rintik hujan… ntah lah tak begitu jelas terlihat… samar-samar di terpa rintik-rintik hujan yang semakin lama makin membesar…
Ntah mengapa aku tak hentinya memperhatikan seseorang di balik rintik hujan itu… yang sesekali berlari kecil untuk menghindari hujan… dan akhirnya dia berhenti disalah satu sudut kampus…
Dia hanya terlihat duduk terdiam dan sesekali melihat jam di tangannya… mungkin untuk menyingkirkan rasa dingin yang menyelusup sampai ketulang belakang ia sepertinya memesan secangkir kopi panas di salah satu sudut kampus itu yang memang kebetulan juga sebuah kantin kecil… sesekali laki-laki itu meneguk kopi sedikit demi sedikit…
Seiring dengan hujan yang semakin merajai… dan membuat laki-laki itu terdiam tertahan hujan…
***
Bandung akhir- akhir ini terus diguyur hujan, dan aku selalu menikmati tetes demi tetes rintik hujan. Hari ini aku melihat bayangan di balik rintik hujan lagi. Sesekali aku mengkerutkan keningku mencoba menerka-nerka siapa laki-laki di balik hujan itu, eehmmm.. sepertinya laki-laki itu pernah ku lihat sebelumnya. Namun aku tak pernah mengetahui siapa dia sebenarnya. Meskipun aku tak dapat menyapanya namun aku masih bisa melihatnya dari kejauhan. Dari sebrang jalan aku dapat melihatnya tengah asyik mengepulkan asap rokok sembari mereguk kopi hitamnya. Wajahnya samar tak jelas terlihat ditambah hilir mudik kendaraan menghalaingi pandanganku terhadapnya.
Ketika aku tengah asik mengaduk-aduk gelas minuman ku, dan mataku tak sanggup menjangkau sudut demi sudut warung kopi itu aku tak dapat menemukan laki-laki itu. Laki-laki itu pun hilang dibalik hujan.
Sepanjang perjalanan dari kampus otak ku tak henti-hentinya berfikir siapakah laki-laki itu… penasaran ku dibuatnya..
***
Hujan masih mengguyur kota Bandung, hari ini aku lupa membawa payung hijau muda ku padahal si hijau tak pernah absen menemaniku saat rintik-rintik hujan menerpa tubuhku. Akhirnya aku harus menunggu hujan reda di pos satpam yah lumayan basah kuyup tubuhku kali ini menggigil ku dibuatnya. Sesekali aku menguap karena kantuk menyerang mataku terasa berat untuk ku buka.
Aku melihat bayangan itu kembali, namun bayangan itu seperti hendak menghampiriku perlahan namun pasti dia mendekatku, ku gosok-gosokan mataku mungkin aku salah lihat atau mungkin ini hanya fikiranku saja. Namun tiba-tiba terdengar suara lembut di balik derasnya hujan. “maaf bisa geser sedikit” oyah silahkan jawabku. Lalu dia menjawab “terima kasih” saat akan ku jawab mataku terbebelalak melihat seseorang di sampingku dengan perawakan cukup tinggi berkulit sawo matang dan bersorot mata tajam, rasanya aku tak bisa memalingkan pandanganku terhadapnya. Sampai laki-laki itupun sepertinya risih dan dia berkata “maaf ada apa yah?” eeemmmhhh dengan suara tertahan di ternggorokan enggak apa-apa cuma sepertinya aaaakkuuu pernah meliat kamu sebelumnya. “oyah ..dimana ?” duh dimana yah aku juga lupa tapi sepertinya kita sering ketemu kok. Dia hanya membalas dengan senyuman.
Aku melihat ada kegelisaan dari raut wajahnya sesekali ia melihat handphonenya. Berulang-ulang ia melakukannya sampai ia berkata “aku duluan yah” aku hanya menganggukan kepala tanpa sempat bertanya siapa namanya. Selangka-demi selangkah ia berlalu dibalik rintik-rintik hujan, semakin jauh bayangannya pun tak terlihat lagi.
Semoga esok hujan turun kembali………

Tugas Kelas Film.....

Ide cerita : tentang tingkah laku pola wanita yang unik
Sinopsis :
Sore hari di sudut halte Bus seorang laki-laki berperawakan tinggi berkulit sawo matang dan berwajah tampan, dia duduk di barisan paling ujung tengah asyik dengan sebatang rokok kreteknya mengepulkan asap ke udara. Lalu datanglah seorang wanita berpenampilan modis dia berdiri tepat di depan laki-laki itu, sebut saja namanya Nita. Nita adalah seorang wanita yang cantik, putih dengan tubuh tinggi semampai. Yah wajarlah kalau banyak laki-laki yang suka padanya, maklum laki-laki mana yang enggak tergoda melihat gadis secantik dia,.
Ketika nita menoleh kebelakang, dia melihat laki-laki itu tengah memperhatikannya dan dia pun menyunggingkan bibirnya. Dengan raut wajah angkuh dia memalingkan wajahnya dari laki-laki itu. Padahal dalam hatinya berbunga-bunga karena merasa di perhatikan laki-laki tampan. Gerak geriknya mulai tak karuan merasa tak enak di perhatikan, namun tetap saja dia memasang wajah jutexnya. Dia menebak-nebak apakah laki-laki itu akan menyapanya atau mengajaknya berkenalan.
Laki-laki itu mengeluarkan secarik kertas dan bolpoint lalu ia menuliskan seuntai kaliamat dan memberikan kertas itu kepada nita. Dengan wajah juteknya nita menerima kertas itu dan mengepalnya dengan kening berkerut. melongo dia dibuatnya sampai tak menyadari bahwa laki-laki itu telah berlalu bersama bus yang ditumpanginya.
Dengan perasaan penasaran sedikit demi sedikit kertas itu pun ia buka dengan berbagai perasaan bahagia, bingung dan bertanya-tanya apa mungkin dalam kertas itu bertuliskan nomor handphone atau alamat emailnya ?
Taraammmmm… ketika dia buka ternyata isinya “Maaf di Rok kamu ada Permen karetnya”!!!
Wew… mukanya merah menyala dan kertas itu pun dikepal dan ia lemparkan…

Genre : Drama
Tokoh :
Nita : wanita yang cantik, putih dan bertubuh tinggi semampai. Disukai banyak pria tapi dia cepet Ge-eran yah meskipun jutek banget.
Rio : Ganteng, tinggi dan manis
Tentang membuat film :
Berawal dari proses pra produksi mencari ide cerita yang termasuk membuat sinopsis, membuat scenario, pembagian tugas/ crew. Budjeting film, pembuatan story board oleh DOP. Menyiapkan tempat, latar dan setting, menyesuaikan kostum. Pencarian actor/ casting.
Proses produksi yaitu syuting trus editing……

Senin, 08 Februari 2010

Pencemaran Lingkunga...

PENCEMARAN LINGKUNGAN
1.   PENGERTIAN
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk segera diselesaikan. Karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaiakan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
Permasalahan lingkungan yang harus kita atasi bersama, diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radio aktif, dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemaran tersebut, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

2.      SUMBER PENCEMARAN
Pencemaran datang dari berbagai sumber dan memasuki air, udara dan tanah dengan berbagai cara.
Pencemaran udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah.  Pencemaran udara dapat berupa pula berasal dari aktivitas gunung berapi.
Pencemaran air tanah dan sungai terutama dari kegiatan domestic, industri, dan pertanian. Limbah cair domestic terutama berupa BOD, COD, dan Zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, dan Zat organic dan berbagai pencemar yang beracun lainnya. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.

3.      PROSES PENCEMARAN
Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis, baik air, udara maupun tanah. Proses pencemaran secara tidak langsung yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.
Pencemaran ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung angkut (penyakit angkur), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

4.      LANGKAH PENYELESAIAN
Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (resuse) dan daur ulang (recycle).
Dibidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, And Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry, Green Chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.
Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan baker kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan konservasi, penggunaan energi alternative, pengguna alat transportasi alternative, dan pembangunan berkelanjutan (Subtainable development).
Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa  pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.